Surabaya, 15–16 Juli 2026 – Perpustakaan UIN Syekh Wasil Kediri mengirimkan dua pustakawannya, Hanifiyah dan Veryza Aulia Adhani, untuk mengikuti kegiatan Knowledge Sharing: Strategi Penyusunan Borang Akreditasi Perpustakaan Berbasis 6 Komponen Observasi Visitasi Asesmen Lapangan yang diselenggarakan di Perpustakaan UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya pada tanggal 15–16 Juli 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan
berdasarkan undangan resmi dari Perpustakaan UIN Sunan Ampel Surabaya sebagai
tindak lanjut atas arahan asesor Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
(Perpusnas RI). Melalui arahan tersebut, UINSA mengundang perpustakaan
perguruan tinggi, khususnya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN)
se-Jawa Timur, untuk bersama-sama memahami instrumen akreditasi perpustakaan
terbaru yang mengacu pada enam komponen observasi visitasi asesmen
lapangan.
Knowledge sharing ini menjadi
forum strategis bagi para pustakawan untuk memperdalam pemahaman mengenai
kebijakan terbaru akreditasi perpustakaan, strategi penyusunan borang, serta
penyiapan dokumen pendukung yang sesuai dengan instrumen penilaian terbaru.
Selain memperoleh materi dari narasumber yang berpengalaman, peserta juga
berkesempatan mempelajari praktik baik (best practice) yang telah diterapkan
oleh Perpustakaan UIN Sunan Ampel Surabaya dalam mempersiapkan proses
akreditasi.
Selama dua hari pelaksanaan,
peserta mendapatkan pemaparan mengenai implementasi enam komponen observasi
asesmen lapangan yang meliputi tata kelola perpustakaan, layanan perpustakaan,
sumber daya manusia, koleksi, sarana dan prasarana, serta inovasi dan penguatan
budaya mutu. Setiap sesi dilengkapi dengan diskusi, studi kasus, serta berbagi
pengalaman antarpeserta sehingga tercipta ruang kolaborasi untuk menyamakan persepsi
terhadap implementasi instrumen akreditasi yang baru.
Keikutsertaan Hanifiyah
dan Veryza Aulia Adhani dalam kegiatan ini merupakan bagian
dari upaya Perpustakaan UIN Syekh Wasil Kediri dalam mempersiapkan proses reakreditasi
perpustakaan tahun 2027. Pengetahuan, pengalaman, serta berbagai
praktik baik yang diperoleh selama kegiatan akan menjadi bekal dalam melakukan
evaluasi internal, menyusun eviden pendukung, memperkuat tata kelola, serta
meningkatkan kualitas layanan perpustakaan agar sesuai dengan standar
akreditasi terbaru.
Selain memperkaya wawasan mengenai
akreditasi, kegiatan ini juga mempererat jejaring kerja sama antarperpustakaan
perguruan tinggi di Jawa Timur. Melalui forum ini, para pustakawan dapat saling
bertukar pengalaman, mendiskusikan tantangan yang dihadapi masing-masing
institusi, serta membangun kolaborasi dalam pengembangan layanan perpustakaan
yang berkualitas.
Hasil dari kegiatan Knowledge
Sharing ini akan ditindaklanjuti melalui diseminasi kepada seluruh pustakawan
di lingkungan Perpustakaan UIN Syekh Wasil Kediri, penyusunan rencana aksi,
serta percepatan pemenuhan dokumen dan indikator akreditasi. Dengan langkah
tersebut, Perpustakaan UIN Syekh Wasil Kediri diharapkan semakin siap
menghadapi proses reakreditasi pada tahun 2027 dan mampu memperoleh hasil
akreditasi yang optimal sesuai dengan standar yang ditetapkan Perpustakaan
Nasional Republik Indonesia.
Penulis: Veryza | Editor: Mahbub





