Diantar dengan teriknya matahari, sebuah mobil keliling Perpustakaan UIN Syekh Wasil Kediri bertandang ke Musholla At Taqwa untuk mengemban misi literasi: menggiatkan budaya membaca bagi para santri TPQ SPI Darussalam, Mojoroto. Sontak, suasana musholla yang biasanya tenang karena digunakan untuk proses belajar membaca Al-Qur'an langsung berubah menjadi riuh gemberia.
"Mobil perpus keliling datang! Mobil perpus datang!" seru Rama, salah satu santri TPQ, sambil berlari kecil memanggil teman-temannya. Kehadiran Mobil Pintar Keliling ini selalu dinanti-nanti oleh seluruh santri setiap hari Rabu. Bagi TPQ SPI Darussalam yang terletak di pinggir Sungai Brantas dengan akses perpustakaan umum yang terbatas, mobil APV ini benar-benar menjadi jendela ajaib yang membuka dunia luar melalui lembaran-lembaran kertas. Petualangan di Antara Rak-Rak Berjalan
Begitu mobil berhenti dan pintu belakangnya dibuka, aroma khas buku baru dan kertas lama langsung menguar ke udara. Petugas perpustakaan, Bapak Basit dan Ustadz Aris, dengan sigap menata rak portabel serta membawa koleksi buku untuk disusun rapi di tengah-tengah musholla sebagai sarana belajar mengajar anak-anak santri. Anak-anak berbaris dengan tertib namun penuh antusias. Tidak ada paksaan; yang ada hanyalah rasa penasaran yang besar:
• Siti (Kelas 2): Langsung mengambil buku Shahihul Ibadah yaitu "Aku Suka Mencontoh Rasulullah". • Budi (Kelas 3): Memburu buku-buku cerita tentang kisah perjuangan Islam, seperti kisah Zubair bin Awwam sang penolong Rasulullah. • Ustadzah Wati: Tersenyum hangat melihat anak didiknya berebut membaca buku, bukan berebut mainan.
Lebih dari Sekadar Membaca Perjalanan perpustakaan keliling ini bukan sekadar meminjamkan buku. Di sela-sela waktu membaca, Bapak Basit selalu menyempatkan diri untuk mengadakan sesi dongeng interaktif. Hari itu, ia membawakan kisah tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan suara yang ekspresif dan sesekali menirukan suara hewan untuk menarik perhatian santri.
"Buku adalah kapal, dan membaca adalah pelayaran. Dengan membaca, kalian bisa pergi ke mana saja tanpa harus membeli tiket pesawat," pesan Ustadz Aris kepada santri TPQ SPI Darussalam sebelum waktu kunjungan usai.
Menjelang sore, bel tanda jam istirahat berakhir berbunyi. Dengan berat hati, anak-anak mengembalikan buku yang belum selesai mereka baca, dan sebagian besar langsung berpesan kepada Bapak Basit agar buku-buku tersebut dibawa lagi pada kunjungan berikutnya.
Pulang dengan Jejak Harapan Mobil APV berwarna putih itu kembali menutup pintu belakangnya, menyalakan mesin, dan perlahan keluar dari halaman musholla untuk melanjutkan perjalanan pulang ke kampus UIN Syekh Wasil. Perpustakaan keliling UIN Syekh Wasil mungkin hanya singgah selama beberapa jam, tetapi percikan semangat dan mimpi yang mereka tinggalkan akan terus hidup di benak anak-anak hingga kunjungan berikutnya tiba.





