KEDIRI – Ada pemandangan yang berbeda di ruang referensi Perpustakaan UIN Syekh Wasil hari ini. Mahasiswa dari program studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) tampak sibuk berkerumun di antara deretan rak kitab-kitab tebal beraksara Arab. Bukan sedang membolos, mereka ternyata sedang mengikuti perkuliahan lapangan untuk mata kuliah Studi Hadist yang diampu oleh Bapak Prof. Dr. Khamim, M.Ag.
Bapak Prof. Dr. Khamim, M.Ag. sengaja memboyong para calon praktisi hukum syariah ini keluar dari ruang kelas konvensional. Tujuannya satu: melakukan praktik langsung Penelusuran Informasi (Takhrijul Hadits) menggunakan literatur primer yang tersedia di perpustakaan.
Menjadi "Detektif" Sanad: Dari Rak Kitab hingga Lacak Perawi
Kuliah lapangan ini dikemas dengan metode yang sangat interaktif. Setelah menerima pengantar singkat mengenai metodologi penelusuran, para mahasiswa HES langsung ditantang dengan tugas mandiri yang menguji kejelian mereka.
Misi Praktik Mahasiswa HES:
- Eksplorasi Rak: Berburu dan menentukan satu kitab hadis fisik di perpustakaan.
- Bedah Konten: Memilih secara acak 1 hadist di dalam kitab tersebut.
- Lacak Jejak: Melakukan analisis mendalam untuk mengidentifikasi siapa saja perawi (rawi) yang mengalirkan sanad hadis tersebut hingga sampai ke kitab utama.
Mengapa Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Harus Masuk Perpustakaan?
Bapak Prof. Dr. Khamim, M.Ag. menekankan bahwa bagi mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah, kemampuan melacak otentisitas hadis adalah modal krusial. Hadis merupakan sumber hukum kedua dalam Islam setelah Al-Qur'an, yang menjadi fondasi dalam menetapkan hukum ekonomi, mulai dari transaksi muamalah, perbankan syariah, hingga konsep keadilan ekonomi.
"Mahasiswa HES tidak boleh hanya mengandalkan mesin pencari digital atau aplikasi instan. Mereka harus tahu anatomi kitab fisik, cara membaca indeks maktabah, dan melacak perawi langsung dari sumbernya. Ini demi menjaga validitas dalil yang kelak mereka gunakan dalam argumen hukum," jelas Bapak Prof. Dr. Khamim, M.Ag. di sela-sela memantau mahasiswanya.
Respons Antusias Mahasiswa
Kegiatan ini mendapat respons positif dari para mahasiswa. Mengangkat dan membuka lembaran-lembaran kitab klasik memberikan sensasi belajar yang jauh lebih menantang sekaligus menyenangkan.
"Awalnya bingung melihat deretan kitab yang tebal-tebal. Tapi setelah dipandu dan dicoba langsung, rasanya seru seperti jadi detektif yang sedang memecahkan teka-teki sanad hukum," ujar salah satu mahasiswa HES yang sukses menemukan jalur perawi dari hadis tentang jual beli.
"Yuk, jangan biarkan kitab-kitab berharga di perpustakaan kita hanya menjadi pajangan rak! Mari ikuti jejak mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah dengan meluangkan waktu ke perpustakaan, membuka lembaran ilmu, dan mengasah kembali ketajaman analisis literatur kita hari ini!"
Penulis: Veryza | Editor: Mahbub





