KEDIRI – Perpustakaan UIN Syekh Wasil Kediri sukses menyelenggarakan Workshop Free Writing pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Kegiatan literasi yang berlangsung interaktif ini diinisiasi bersama Tim SYAKAL (Syair Karya Literasi), sebuah komunitas literasi aktif yang berada di bawah naungan Perpustakaan UIN Syekh Wasil Kediri.
Acara ini berhasil menarik antusiasme tinggi dari berbagai kalangan. Tercatat sebanyak kurang lebih 100 peserta memadati lokasi workshop. Komposisi peserta terdiri dari mahasiswa UIN Syekh Wasil Kediri, masyarakat umum, hingga perwakilan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kota Kediri.
Sambutan Rektor: Pentingnya Melatih Keterampilan Menulis Sejak Dini
Workshop ini dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Syekh Wasil Kediri, Prof. Dr. H. Wahidul Anam, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau memberikan motivasi mendalam mengenai krusialnya kemampuan menulis bagi seorang akademisi maupun mahasiswa secara umum.
"Mahasiswa harus bisa menulis. Jika kemampuan ini tidak dilatih dan dibiasakan sejak awal masa perkuliahan, mahasiswa tidak akan mendapatkan apa-apa dari proses belajarnya," tegas Prof. Wahidul Anam.
Beliau menekankan bahwa tradisi menulis bukan sekadar pemenuhan tugas akademik, melainkan fondasi berpikir kritis dan menyampaikan gagasan secara terstruktur.
Sesi 1: Menulis Otentik dan Bijak Menggunakan Artificial Intelligence (AI)
Sesi materi pertama menghadirkan narasumber Ibu Ari Zuntriana, M.A. Beliau memaparkan langkah-langkah konkret untuk menghasilkan karya tulis berkualitas tinggi. Menurutnya, proses kreatif menulis membutuhkan kedalaman pemahaman, riset yang matang, serta penggunaan fakta yang akurat dan teruji.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, Ibu Ari juga menyoroti penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia kepenulisan. Beliau mengingatkan para peserta agar tidak terlalu bergantung pada alat bantu kecerdasan buatan.
Riset & Fakta: Penulis harus menguasai topik dan memverifikasi data sebelum menuangkannya dalam tulisan.
Peran AI: Teknologi AI seideal-idealnya dimanfaatkan untuk kebutuhan brainstorming atau membantu pembentukan brand story, bukan menggantikan pemikiran otentik serta ekspresi asli dari sang penulis.
Sesi 2: Bedah Buku "Orang-Orang Kediri" dan Khasanah Lokal
Sesi kedua dilanjutkan oleh narasumber kedua, Ibu Nining Niswati, M.A. yang merupakan seorang penulis buku produktif. Dalam kesempatan ini, beliau membedah karyanya yang berjudul "Orang-Orang Kediri".
Melalui buku tersebut, Ibu Nining berupaya mengenalkan kearifan lokal dan nilai-nilai sejarah Kediri kepada generasi muda. Salah satu poin menarik yang disorot dari hasil pembedahan buku ini adalah karakteristik unik masyarakat Kediri.
Berdasarkan narasi dalam buku tersebut, masyarakat Kediri memiliki ciri khas berupa tradisi saling menghargai dan menjunjung tinggi nilai penghormatan antar sesama sebelum menetapkan suatu keputusan penting. Nilai-nilai budaya ini diharapkan dapat terus dirawat dan diwariskan oleh generasi penerus.
Kesimpulan dan Harapan Kegiatan
Melalui kolaborasi antara Perpustakaan UIN Syekh Wasil Kediri dan Tim SYAKAL, penyelenggaraan Workshop Free Writing ini diharapkan dapat memantik semangat menulis produktif di lingkungan kampus maupun masyarakat luas Kediri. Budaya menulis yang kuat diharapkan tidak hanya melahirkan karya ilmiah yang bermutu, tetapi juga merawat sejarah serta nilai-nilai budaya lokal.
Penulis: Oktawira | Editor: Mahbub




